Rabu, 01 April 2015

Laporan Pendidikan Luar Sekolah

            Hari kamis, 26 Maret 2015 saya dan teman-teman SMAN 2 Magelang beserta beberapa guru pembimbing mengadakan kunjungan di luar sekolah atau pembelajaran luar sekolah. Untuk melaksanakan PLS ini kita dibagi 5 bus. Saya mendapat jatah di bus 1.Perjalanan kita bermula pukul 07.00 WIB dan langsung menuju ke PT Stritex di Sukoharjo. Perjalanan dari SMAN 2 Magelang sampai ke Sukoharjo sekitar 3 jam. Saat perjalanan kita bernyanyi di bus untuk menghilangkan jenuh. Sesampainya di PT Sritex kita langsung masuk ke aula utama untuk dijelaskan tentang PT Sritex.
            Asal usul PT Sritex berawal dari toko kain di pasar Klewer yang didirikan oleh bapak Lukminto. Setelah puluhan tahun usaha yang didirikan oleh beliau telah diresmikan oleh presiden padatahun 1992 dan pelebaran pabrik pada tahun 2009. Sampai sekarang karyawan yang bekerja di PT Sritex mencapai kurang lebih 20 ribu orang. PT Sritex memproduksi beberapa pakaian seperti baju perang, pakaian fashion, alat-alat perang, topi, tas ,dan masih banyak lagi. Proses dari pemintalan benang sampai menjadi baju dilakukan dilakukan di satu tempat. Hingga kualitas dari PT Sritex tidak usah dirragukan lagi. Limbah dari sisa kain juga tidak terbuang sia-sia dan mencemari lingkungan tetapi diberikan kepada konvensi-konvensi kecil di sekitar perusahaan. Kain-kain perca tersebut diolah kembali oleh konvensi-konvensi tersebut hingga tidak terbuang sia-sia. Terdapat sekitar 50 gedung yang ada di PT Sritex ini. Tidak heran jika perusahaan ini sangat terkenal di beberapa negara asing.

Senin, 16 Maret 2015

Sastrawan dan hasil karyanya.


Chairil Anwar (lahir di Medan, Sumatera Utara, 26 Juli 1922 – meninggal di Jakarta, 28 April 1949 pada umur 26 tahun), dijuluki sebagai "Si Binatang Jalang" (dari karyanya yang berjudul Aku), adalah penyair terkemuka Indonesia. Ia diperkirakan telah menulis 96 karya, termasuk 70 puisi. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H. B. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45sekaligus puisi modern Indonesia.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/proxy/AVvXsEjYhK0cXKkyPp1Ez5-XfvOvv0KLeeiawBDaDtFy8vmeLmVAq4Ge_sDdBaX26VPs06d8JvdsX7f4LYDmNk_mL__LmaaIguFMCCbZ4MLjUa8OF-laBCHCYo9Ii8K82Yx9c6rj99CdHnVdSk-YT1zLIUrEYJJ2ndVdtht5r4LAf9Pjua5_Dh8=Chairil lahir dan dibesarkan di Medan, sebelum pindah ke Batavia (sekarang Jakarta) dengan ibunya pada tahun 1940, dimana ia mulai menggeluti dunia sastra. Setelah mempublikasikan puisi pertamanya pada tahun 1942, Chairil terus menulis. Pusinya menyangkut berbagai tema, mulai dari pemberontakan, kematian, individualisme, dan eksistensialisme, hingga tak jarang multi-interpretasi.
            Chairil Anwar mulai mengenyam pendidikan di Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi pada masa penjelajahan Belanda. Ia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uintgrebeith Larger Onderwijs (MULO). Saat usianya mencapai 18 tahun, ia tidak lagi bersekolah. Chairil mengatakan bahwa sejak usia 15 tahun, ia telah bertekad menjadi seorang seniman.
Pada usia 19 tahun, setelah perceraian orang tuanya, Chairil bersama ibunya pindah ke Batavia (sekarang Jakarta) dimana ia berkenalan dengan dunia sastra; walau telah bercerai, ayahnya tetap menafkahinya dan ibunya. Meskipun tidak dapat menyelesaikan sekolahnya, ia dapat menguasai berbagai bahasa asing seperti Inggris, Belanda, dan Jerman. Ia juga mengisi jam-jamnya dengan membaca karya-karya pengarang internasional ternama, seperti: Rainer Maria Rilke, W. H. Auden, Archibad Macleish, Hendrik Marsman, J, Slaurhoof, dan Edgar de Perron. Penulis-penulis tersebut sangat memengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung terhadap tatanan kesusastraan Indonesia
"Aku"
8 Juni 1943
Digabung dalam Kerikil-Kerikil Tajam dan yang Terampas dan yang Putus
("Aku Berada Kembali")
1949
Pertama kali diterbitkan dalam Serikat, 1949
"Aku Berkisar Antara Mereka"
1949
Pertama kali diterbitkan dalam Ipphos Report, Februari 1949
"Bercerai"
7 Juni 1943
Digabung dalam Kerikil-Kerikil Tajam dan yang Terampas dan yang Putus
"'Betina'-nya Affandi"
1946
Pertama kali diterbitkan dalam Pantja Raja, 1 Januari 1947
"Buat Album D.S."
1946
Pertama kali diterbitkan dalam Pantja Raja, 1 Januari 1947; digabung dalam Deru Campur Debu

Jumat, 16 Januari 2015

harapan di tahun 2015

Di tahun 2015 ini saya memiliki beberapa harapan yang ingin saya capai. Pertama saya ingin bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Kedua saya ingin belajar lebih giat lagi. Ketiga saya ingin ibadah saya lebih baik lagi.

Minggu, 04 Januari 2015

Menggambar doodle

Memanfaatkan waktu kosong dengan menggambar.

Di liburan tengah semester ini, saya merasa di rumah tidak banyak kegiatan / dapat dikatakan ada waktu kosong. Waktu kosong itu saya manfaatkan untuk menggambar background mading kelas karena mading kelas ku belum ada backgroundnya. Akan tetapi saya tidak mungkin menggambar sendiri background mading tersebut karena ukurannya yang sangat besar. Saya menggajak ketua kelas X MIA 1 yaitu Deden Permana dan salah satu teman saya Dwi Widiyanto. Saya mengajak mereka berdua karena mereka berdua memiliki waktu kosong di rumah. Kita bertiga mengerjakan background tersebut dengan tema doodle. Proses menggambar di lakukan selama 8 jam dari jam 08.00 sampai 16.00 dan proses penempelan dilakukan selama 4 jam di hari berikutnya. Ingin tahu prosesnya, ini dia artikel yang saya rangkum sendiri dan akan saya sajikan untuk anda.

Alat dan bahan            :
-          Pensil
-          Spidol hitam kecil
-          Kertas manila 6 lembar
-          Kertas (untuk membuat design)
-          Pengghapus
-          Sterofrom 5 buah ukuran besar
-          Pinus
-          Doubletip 2 buah

Sabtu, 27 Desember 2014

Berkarya dengan barang bekas

Membuat tempat pensil dengan barang bekas 
(kaleng cat semprot)

1. Alat dan bahan       :



                Kaleng cat semprot bekas, pemukul, pisau, dan tang.

     2. Cara membuat    :
1        a. Siapkan alat dan bahan

          b. Ambil kaleng cat semprot. Lalu ambil tombol untuk menyemprot yang berwarna merah.

3      
         c. Setelah itu, lubangi bagian samping dari kaleng.


d    
        d. Setelah sudah, rapikan bagian yang masih runcing di sisi yang telah di lubangi.


Senin, 15 Desember 2014

Mengubah teks eksposisi menjadi teks pidato

Assalamualaikum wr. wb.
Yang terhormat Bapak Sartono Jaya selaku guru bahasa Indonesia, serta teman-teman yang saya sayangi. Marilah kita haturkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga kita dapat berkumpul disini tanpa ada halangan suatu apapun. Amin.
Pada kesempatan ini, saya akan mengucapkan terima kasih pada bapak Sartono yang telah membagi ilmunya dengan kita semua untuk menghadapi Ulangan Akhir Semester(UAS).
Teman-teman, awal Desember 2014 ini, kita akan melaksanakan UAS. Untuk menghadapi UAS ini, kita perlu mempersiapkan diri dengan baik, baik dari segi fisik maupun nonfisik. Berikut ini adalah sejumlah argumentasi perlunya kita mempersiapkan diri dalam menghadapi UAS.
            Dari beberapa faktor yang penting untuk mempersiapkan UAS, ada dua faktor yang penting yaitu faktor fisik dan faktor pikiran. Pentingnya menjaga fisik kita agar saat kita mengerjakan soal UAS konsentrasi kita tidak terganggu. Misalkan saja kita sedang sakit flu. Saat sakit flu, kita tidak mungkin bisa tenang saat mengerjakan soal UAS karena cairan yang ada di hidung kita akan keluar saat kita flu. Jadi konsentrasi kita akan terganggu.
Lalu yang kedua adalah faktor pikiran. Pentingnya kita mempersiapkan pikiran kita agar saat mengerjakan soal UAS kita tidak merasa kesulitan dan kita bisa percaya diri dengan jawaban yang sudah kita tulis. Jika kita tidak mempersiapkan pikiran kita dengan baik, maka kita akan kesulitan mengerjakan soal dan akan merasa tidak percaya diri. Akan tetapi, jika kita sudah menyiapkan pikiran kita dengan baik, kejadian tersebut tidak akan terjadi.
            Faktor lain yang perlu kita siapkan yaitu perlengkapan-perlengkapan untuk UAS. Peralatan itu seperti bolfoin, pensil, penghapus, penggaris, tipek, dan rautan pensil. Faktor perlengkapan ini harus kita siapkan sebelum melaksanakan UAS agar saat kita mengerjakan soal kita tidak perlu meminjam alat kepada teman sehingga kita tidak mengganggu konsentrasi teman kita. Jika kita belum menyiapkan perlengkapan tersebut, kita tidak bisa mengerjakan soal dengan cepat karena kita harus meminjam alat kepada teman atau pengawas UAS.
Bisa kita simpulkan, bahwa persiapan untuk menghadapi UAS sangat diperlukan. Beberapa faktor yang harus disiapkan yaitu fisik, pikiran, dan perlengkapan. Faktor-faktor tersebut harus kita siapkan dengan baik karena jika tidak konsentrasi kita akan tergganggu dan kita juga dapat mengganggu konsentrasi teman kita. Kita harus bisa menyiapkan diri kitaa dengan baik sehingga saat mengerjakan soal UAS kita dapat mengerjakan dengan mudah dan percaya diri.
Sekian yang dapat saya sampaikan. Kurang dan lebihnya saya mohon maaf, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT semata. Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wb.